AHOK vs RISMA, Posisi Ahok Semakin Terjepit

Ahok Vs Risma
Dalam usaha mendeskreditkan Bu Risma, Ahok bilang pilih pemimpin yang sudah teruji. Maksudnya dirinya itu. Sedangkan Risma blom teruji jadi gubernur. Laah sebelum Ahok nebeng Jokowi apa pernah dia jadi Wagub. 

Ahok samakan Surabaya dengan Jaksel. Maksudnya Risma cuma sanggup urus kotamadya. Bukan provinsi. Padahal Ahokers pernah pake foto Kali Mas sebagai prestasi Ahok. Kali Mas ada di Surabaya. 

Sebelum jadi gubernur DKI, Ahok pernah jadi bupati belitong timur selama 1,5 tahun saja. Jumlah penduduk Beltim jauh di bawah jumlah warga Kelurahan Kelapa Gading. Toh tidak ada yang serang Ahok dengan isue itu. Cuma Ahok & his genk yang angkat wacana murahan macam itu untuk jatuhkan calon rival. 

Kompastivi tayangkan sambutan anak-anak SD kepada Risma. Ada siswi bernama Meilia Ilmi nangis kejer-kejer setelah dengar Risma mau ditarik ke Jakarta. Dia dan teman-temannya sayang sekali kepada Risma. Mereka peluk Risma layaknya ibu sendiri. 

Tetapi Ahok....? 

Keponakan saya, Dhika (anak pertama Daniel Johan Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI) ngibrit liat tayangan Ahok di tivi. Alasannya, Dhika takut liat Ahok. Saya bilang ke Daniel Johan, mungkin KPI mesti memberlakukan kategori tayangan dewasa untuk setiap penampilan Ahok di televisi. Minimal BO (Bimbingan Orangtua). 

Risma adalah pemimpin amanah. Ahok disebut pemimpin zholim oleh Panglima Jamran dari AMJU.

Bagi PDI-P, sangat penting bila kadernya menguasai Jakarta. Setelah Jawa Tengah dikuasai Gubernur Ganjar, PDI-P mesti rebut Jakarta. Jawa Timur harus dibagi dengan Demokrat dan Gerindra. PDI-P tidak bisa berkuasa penuh di Pulau Jawa. Mesti sharing of power. Ini negeri demokrasi. Namun ibukota sangat signifikans. Ini pusat peradaban. 

Dalam rangka kuasai Jakarta, PDI-P mesti koalisi. Jangan biarkan ibukota diambil-alih secara mutlak oleh serikat taipan via Ahok. Ini kewajiban "emak banteng" untuk tidak goyah hadapi sogokan triliyunan rupiah. Ingatlah kepada Alm Bung Karno. Singkirkan Ahok. 

Risma-Uno bisa diterima Gerindra dan PKS. Seluruh elemen kontra Ahok dipastikan mendukung bila sudah ada kepastian dari elite partai. Sekali pun saat ini terjadi pengkubuan antara klik-klik anti Ahok. Ada yang pro YIM, SS, Buwas, Edysa Girsang, Rizal Ramli atau Iksanudin Noorsy. Namun semuanya akan tersolidifikasi bila sudah ada ketetapan satu pasangan calon melawan Ahok-Djarot-Nurul-Heru-Nusron whoever.


[by Zeng Wei Jian]