Kalau AHOK Jadi Gubernur Lagi, Kerusuhan Etnis Mei 1998 di Jakarta Bisa Terulang


Jakarta, [Jahizu.com] AHOK menolak menggusur wilayah belakang glodok yang seluruhnya dihuni warga keturunan etnis china. Diketahui Walikota Jakarta barat Anas Effendi ditegur AHOK terkait rencana penggusuran puluhan bangunan di belakang Glodok Plaza.

"Saya sudah telepon Wali Kota, 'Kamu tidak boleh ikut campur'," kata Ahok di rumah susun Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Selasa, 23 Agustus 2016.

Dikutip dari laman suaranasional (23/8) Aktivis Politik Ahmad Lubis mengatakan “Belakang Plaza Glodok itu warga keturunan China semua, makanya Ahok belain. Beda jika dihuni warga pribumi, langsung dihajar sama Ahok,”

AHOK menunjukan bahwa dirinya diskriminatif. Sudah 10 pemukiman pribumi digusur AHOK tanpa ampun, sementara 1 pemukiman China tidak digubris.
Padahal Kebijakan-kebijakan yang diskriminatif bisa memunculkan sentimen anti china dikalangan bawah. Mungkin AHOK lupa dengan tragedi 1998, saat itu adalah sejarah kelam bagi etnis china.

Jika AHOK terpilih lagi menjadi Gubernur DKI sama saja membiarkan kerusuhan etnis kembali terjadi di Jakarta. Padahal sejak era reformasi bergulir, hubungan pribumi dan warga keturunan china sudah membaik.