Penjaga Kubur Tak Ada Gaji, Bisa Naik Haji. Yang Lain Harus Malu

Sragen, [Jahizu.com] - Menunaikan rukun islam kelima naik haji merupakan impian setiap muslim. Besarnya biaya akan dihadapi dengan tekat kuat. Di sragen jawa tengah, seorang penjaga makam, dipastikan bakal berangkat haji ke tanah suci tahun ini. Tak ada honor untuk profesinya, tak menyurutkannya untuk menabung demi berangkat haji.

Siapa sangka, Sosok wiyono yang dikenal oleh warga desa bagan, kelurahan nglorog sragen jawa tengah sebagai penjaga makam ini, pada 17 agustus 2016 nanti akan terbang menuju tanah suci, untuk menunaikan rukun islam kelima haji bersama sutini, istrinya. Sebuah perjuangan keras bagi wiyono untuk dapat menabung mendaftarkan haji sejak enam tahun silam.

Profesinya sebagai penjaga makam adalah warisan dari ayah dan kakeknya. Pekerjaan yang sudah digelutinya sejak 10 tahun terakhir, tanpa ada honor sedikitpun, baik dari desa maupun dari pemerintah. Wiyono hanya mengandalkan uang pemberian masyarakat yang datang ke makam untuk berziarah.




Meski demikian, wiyono tak pernah mengeluh. Uang yang diterima dari peziarah yang tak seberapa terus ditabungnya, untuk membeli kambing. Setiap pulang dari makam di sore hari, wiyono membawa dedaunan untuk makanan ternaknya. Dari budidaya kambing yang dijualnya, wiyono akhirnya memberanikan diri mendaftarkan ibadah haji.

niat suci wiyono sempat akan diwujudkan oleh ketiga anaknya yang telah dewasa. Namun wiyono menolak halus bantuan anak anaknya, dan ingin merasakan ibadah haji dari hasil jerih payahnya sendiri sebagai penjaga makam. Bagi wiyono, dengan tekat dan niat tulus, suatu impian suci akan dapat diwujudkan meski dengan keterbatasan ekonomi.