Sentilan Aa Gym Buat Guru Yang Doyan Merokok : Murid perlu teladan yang Baik


Wacana penaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus untuk mengendalikan jumlah perokok mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Tak terkecuali dari Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Aa Gym menegaskan sekaligus memberi pilihan kepada para guru untuk memilih berhenti merokok atau berhenti menjadi guru, terlepas harga rokok jadi naik atau tidak.

“Bagi guru yang masih merokok sebaiknya memilih, berhenti merokok atau berhenti jadi guru” tulis Aa Gym melalui akun Facebook-nya, Kamis (25/6/2016)

Lebih dalam lagi Aa Gym mengatakan bahwa murid perlu teladan yang baik,

“Murid perlu teladan yang Baik,”lanjutnya.


Sontak saja dalam sekejap ribuaan komentar mewarnai status Aa Gym, ada yang pro dan tentu ada yang kontra.
***
Salah satu komentar yang kontra:
Rohmat Nafawi Statusnya kok baru skarang g' dari taun2 dulu ?

Ini g' baik min tolong hapus aja .. Ada bnyak kalangan ulama mursyid habaib . Guru ,oran tua yg merokok . . Mereka smua contoh dan tauladan. Terus mereka suruh berhenti jadi guru, mursyid kyai,habib ,orang tua gitu . . ?

Wassalam
 
Komentar yang Pro:

Fahmi Al Fajri Rokok : banyak mudaratnya dari pada manfaatnya , Alhamdulillah..cukup dengan niat untuk bertobat tdak mau merokok akhirnya terbebas juga . dengan barang yg tidak berguna ini.