Terungkap!! Lomba Hut 17 Agustus Dengan “Adegan” Mesum, Dilakukan Pegawai Pabrik Ini di Medan

Terungkap!! Lomba Hut 17 Agustus Dengan “Adegan” Mesum, Dilakukan Pegawai Pabrik di SUMUT
Lomba HUT RI 71 dengan adegan mesum yang dilakukan oleh karyawan pabrik Pt. Sentosa Plastik Medan, Sumut 

[Jahizu.com]  – Rupanya perayaan HUT Kemerdekaan RI ke \-71, 17 Agustus 2016 yang menghebohkan sosial media, karena lomba yang dipertandingkan dimana si wanita memberikan minuman susu kepada peserta pria dengan cara menggunakan dot bayi.
Sementara lomba memakan pisang yang dianggap yang paling memalukan dan tidak pantas untuk dilombakan, dimana posisi peserta pria memegang pisang yang sudah dikupas kulitnya, dan ditaruh dibagian terlarang pria, sementara peserta wanita bertugas untuk memakan pisang tersebut, dengan posisi berlutut dihadapan peserta pria, layaknya sedang melakukan adegan (maaf) oral sex.
Atas bantuan akun Facebook milik Hendri Syahputra yang menghubungi langsung redaksi pembawaberita.com, terungkap jika foto tersebut dilihat oleh Hendri dari pemilik akun facebook bernama Fobaso Halawa SE.
Dalam keterangannya, Fobaso mengatakan jika dirinya mendapat foto kegiatan lomba tersebut, dari seorang rekannya, dan dari keterangan rekan Fobaso, terungkap jika kegiatan tersebut, dibuat oleh salah satu perusahaan Pabrik Plastik yang beralamat di Jalan Swadaya Medan Marindal.
Dari hasil penelusuran, di Jalan Swadaya Medan, terdapat satu buah pabrik plastik, PT. Sentosa Plastik, dan ditengarai jika perusahaan ini adalah anak perusahaan dari PT. Agro Sentosa Perkasa, yang bergerak dibidang Kelapa Sawit, yang lokasinya berdekatan dengan PT. Sentosa Plastik, namun sayangnya pemilik perusahaan tidak dicantumkan.
Baca Juga :  Rayakan HUT RI ke-71, Korban Penggurusan Buat Lomba 'Lempar AHOK'
Beberapa sumber pembawaberita.com di Medan menyatakan jika pemilik perusahaan adalah warga dari keturunan etnis Tionghoa. Karena semua pemilik perusahaan di Sumatera Utara, khususnya di bidang Kelapa Sawit, adalah milik etnis Tionghoa.
Fobaso sendiri sangat terpukul karena dari keterangan yang didapatnya, jika peserta wanitanya ternyata berasal dari suku yang sama dengan dirinya, Suku Nias.
“Saya ambil dari status teman tadi dlm keterangannya di pabrik plastik jln Swadaya Medan marindal….yg aneh penjelasan dari komentar perempuan nias dn laki-laki sebrang sana….sungguh memalukan seakan diperbudak kerja disitu….” Tulis Fobaso menjawab pertanyaan rekannya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Priboemi, Heikal Safar yang sejak siang usai membaca berita yang dimuat di media ini, meminta agar pihak Polda Sumatera Utara agar segera melacak dan menangkap semua para pelaku, yang sudah merendahkan arti dari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
“Perjuangan para pahlawan untuk bisa memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka tidak mudah, proses tersebut sangat berliku dan taruhannya adalah nyawa, bukan pisang,” ucap Heikal dengan nada tinggi yang menunjukkkan kemarahannya.
Heikal bahkan meminta agar pihak kepolisian juga menahan dan memeriksa pemilik perusahaan yang dianggap ikut terlibat, karena dengan sengaja membiarkan lomba yang tidak pantas tersebut berlangsung.
“Coba lihat di foto itu, mereka tertawa senang, bandingkan dengan kisah para pemuda bersama Soekarno dan Muhammad Hatta yang harus berjuang demi memproklamirkan Indonesia agar diketahui oleh dunia jika Indonesia masih ada,” ujar Heikal yang heran karena para pekerja yang berasal dari pribumi mau saja dibodohi oleh pemilik perusahaan.[Jall/PB]