Founder Alibaba Group Jadi Penasehat Ekonomi, Bukti Jokowi Melakukan Chinasisasi


Founder Alibaba Group, Jack Ma dikabarkan akan dijadikan sebagai penasihat e-commerce bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kabar itu muncul setelah Alibaba Group mengkonfirmasi Jack Ma telah menerima tawaran sebagai penasihat ekonomi untuk bidang e-commerce pemerintah Indonesia. Padahal dia merupakan warga negara asing.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menduga Jack Ma hanya ditugaskan sebagai penasihat presiden informal saja.

“Yang jadi penasehat presiden selama ini dewan pertimbangan dan menteri-menteri. Tapi yang dimaksud disini informal kali. Atau konsultan komersial basis,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9).
Founder Alibaba Group, Jack Ma dikabarkan akan dijadikan sebagai penasihat e-commerce bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kabar itu muncul setelah Alibaba Group mengkonfirmasi Jack Ma telah menerima tawaran sebagai penasihat ekonomi untuk bidang e-commerce pemerintah Indonesia. Padahal dia merupakan warga negara asing.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menduga Jack Ma hanya ditugaskan sebagai penasihat presiden informal saja.

“Yang jadi penasehat presiden selama ini dewan pertimbangan dan menteri-menteri. Tapi yang dimaksud disini informal kali. Atau konsultan komersial basis,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9).

“Tapi kalau kelembagaan negara misal Wantimpres itu ada aturannya termasuk WNI,” lanjutnya.

Karenanya, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan Jack Ma tak mungkin menjadi penasihat Jokowi secara kelembagaan negara.

“Mungkin dia (Jack Ma) konsultan kayak dari Amerika. Atau kayak Mark Plus. Bukan masuk sektor negara,” tegasnya.

Fahri Hamzah mengaku dirinya tak khawatir jika menjadi penasihat presiden informal, Jack Ma akan menguasai e-commerce dalam negeri.

“Sekedar penasehat-penasehat saja. Saya punya banyak teman orang asing yang setiap saat saya telepon kalau ada masalah. Gak ada masalah itu. Excersice intelektual saja tapi kalau keluar SK, SK siapa. Gajinya dari mana. Dasarnya apa. Kalau pakai APBN jadi rumit. Mungkin kalau mau ditempelkan BUMN, itu mudah,” jelasnya. [sam] [rmol]

***

Berkaitan pemberitaan ini netizenpun banyak berkomentar:



Jokowi Gandeng Bos Alibaba Jadi Penasihat Ekonomi, Ini bukti Jokowi menjalankan politik Chinanisasi. Bukan tidak mungkin akan banyak pejabat yang akan diimpor dari Cina.

Setelah hampir seluruh Proyek Skala nasional diambil oleh Cina, termasuk 10 juta tenaga kasar yang akan di impor ke negara Indonesia.

Selamat pak Jokowi, mungkin Indonesia sebentar lagi akan jadi negara bagian Cina.