Head to Head Ahok - Djarot Vs Yusril - Sandi Uno


Simak Analisa dan Kajian yang redaksi dapatkan melalui viral WA

Ahok - Djarot = PDIP + Hanura + Golkar + Nasdem (Total 52 Kursi).

Yusril - Sandi Uno = Gerindra + PD + PKS + PPP + PKB + PAN (Total 54 Kursi)

Catatan dan Ulasan:

1. Basis Massa PDIP terpecah, ada yang Anti Ahok dan ada yg Pro Ahok. Posisi ini merugikan pasangan Ahok - Djarot.

2. Basis Massa Golkar di Dki Terpecah, ada Pro Ahok dan ada Anti Ahok. 

3. Basis Massa Hanura Tidak solid ke Ahok. Bahkan Hanura Jakarta Timur sudah deklarasi anti Ahok.

4. Nasdem tidak punya basis massa militan sehingga tdk diukur pasti.

5. Secara Kursi DPRD DKI, pasangan Yusril - Sandi lebih unggul 2 kursi.

6. Jubir pasangan Yusril - Sandi, yaitu Anis Baswedan jelas memiliki bobot kuat utk membantu pendulangan suara dibasis guru dan perguruan tinggi.

7. Issu Sara justru akan merugikan pasangan Calon, kekuatan media justru amat penting. MNC Group nampaknya sudah mengarahkan dukungan ke pasangan Yusril - Sandi, karena Yusril adalah Dewan Pembina Ormas Perindo. TV One mungkin akan bersikap Netral, karena Abu Rizal Bakrie sebenarnya juga kurang menyukai gaya kepemimpinan Ahok.
Metro TV jelas akan dominan ke Ahok-Djarot.

8. Kelompok 9 Naga bisa jadi terpecah, karena Yusril juga dikenal sbg Lawyer sejumlah Konglomerat tsb. Sandi Uno memiliki hubungan yg juga dekat dgn sejumlah taipan 9 Naga.
CT Bos TransTV sejak awal memang sudah mensupport Sandi krn sama2 di Dewan Ekonomi Nasional era SBY. 

9. Pertarungan ini hanya 1 Putaran.

10. Pilkada DKI Jakarta menjadi "Taruhan" dan "Pertarungan" Para Elit, Para Konglomerat dan Media-media2...

Mari, Kita Tunggu Pertarungan 2 Pasangan Calon Cagub & Wacagub

Pastikan Bahwa Anda Sudah Terdaftar sebagai PEMILIH di Wilayah Anda oleh Petugas PPS Setempat..

INGAT..SUARA ANDA PENENTU UNTUK MEMILIH  PEMIMPIN DKI JAKARTA MENDATANG...

Indahnya kita berbagi Informasi & Saling Komunikasi..