Akibat Kasus Penistaan Alquran, Elektabilitas Ahok Anjlok di Bawah 30 Persen


Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi memaparkan hasil yang cukup berbeda dari beberapa survei lain bagi ketiga pasangan calon d Pilkada DKI. Survei Kedai Kopi yang dilakukan sejak 19-24 Oktober 2016, menunjukkan elektabilitas calon pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), turun di bawah angka 30 persen.

Juru bicara Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, mengatakan elektabilitas Ahok memang teru turun di bawah 30 persen. Hal ini tidak lepas dari kasus di Pulau Seribu terkait Al Maidah ayat 51.

"Elektabilitas Ahok turun 27 persen, atau di bawah 30 persen. Tapi penururan suara itu tidak beralih ke calon lain, dengan kata lain mereka akhirnya belum bisa memilih calon yang mana," kata Hendri, saat pemaparan hasil survei Kedai Kopi di Cikini, Jakarta, Ahad (30/10/2016) seperti dikutip Republika Online.

Ia mengungkapkan dengan data tersebut, artinya ketiga calon semua berada di bawah 30 persen. Karena elektabilitas Agus Yudhoyono Harimurti dan Anies Baswedan di kisaran 20-an persen. Dari hasil survei Kedai Kopi September lalu misalnya, angka elektabilitas Ahok masih berada di angka 37 persen, jauh di atas dua pasangan lain.

Ia mengungkapkan faktor yang paling berpengaruh menurunkan elektibilitas Ahok adalah kasus Pulau Seribu, yakni video terkait Al Maidah ayat 51. "Usai Tragedi Al Maidah, elektabilitas Ahok anjlok di bawah 30 persen," katanya.

Survei Kedai Kopi ini dilakukan sebelum penetapan nomor, dengan jumlah responden 694 orang. Dari total responden tersebut berharap ada 67 persen responden mengatakan penantang berpeluang mengalahkan Ahok. Kemudian dari warga Jakarta yang disurvei, 53 persen responden memprediksi pilkada akan berlangsung dua putaran.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Dilakukan dengan interview tatap muka kepada responden terpilih, dan margin of error 4 persen. Karakter responden sebaran usia lebih besar 50 tahun dan yang disurvei kepala keluarga atau istri, di mana etnis mayoritas warga Betawi dan Jawa. Responden mayoritas Islam 91 persen, 50 persen SLTA, pendapatan di bawah tiga juta rupiah. (SI)