Israel Larang Adzan Berkumandang di Palestina


Seorang pejabat senior dalam pemerintahan Palestina, Nabil Abu Rudeina mengatakan serangkaian langkah-langkah meningkatkan eskalasi dilakukan oleh Israel. Hal ini membuat pihaknya akan melapor kepada PBB guna meminta tindakan itu dihentikan segera.

Menurut Rudeina, tindakan eskalasi yang kembali ditingkatkan Israel adalah melegitimasi permukiman liar di wilayah Palestina. Kemudian, Israel juga meminta agar adzan tidak lagi berkumandang seperti biasanya.

"Ini akan membawa bencana bagi Palestina di mana warga Muslim tidak dapat mendengar adzan dan melakukan ibadah di masjid seperti seharusnya," ujar Rudeina, dilansir BBC, Senin (14/11).

Israel disebut membatasi adzan yang berkumandang lima kali dalam satu hari. Selain itu, termasuk kegiatan ibadah lainnya untuk seluruh agama di wilayah yang diperebutkan dengan Palestina.

Menurut Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu, langkah ini diambil untuk mengatasi keluhan mengenai suara keras yang mengganggu. Adzan disebut menganggu banyak orang dari wilayah mereka yang mendengarnya karena dikumandangkan secara berlebihan.

Menteri Palestina untuk urusan agama, Youssef Ideiss mengatakan rencana Israel memicu terjadinya perang agama. Perpecahan antara dua pihak diprediksi semakin terjadi dan dikhawatirkan kembali diselesaikan melalui pertempuran besar seperti yang terakhir terjadi pada 2014 lalu. [rol]