Wawancara Bohong Kapolda dengan Majalah Tempo Edisi 12 Desember 2016


Di Majalah Tempo Edisi SENIN, 12 Desember 2016

1. Kapolda menyatakan bahwa Aksi 212 sudah ada pemufakatan untuk MAKAR.

Ini FITNAH KEJI terhadap Aksi 212. Kapolda mestinya paham bahwa Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden bersama Menko Polhukam dan Panglima TNI serta Kapolri justru setelah dipastikan bahwa Aksi 212 BUKAN MAKAR.
(https://www.youtube.com/watch?v=rAVDp4ZrkLI&t=42s)

2. Kapolda menyatakan bahwa pada aksi 411 dia setengah dikibulin oleh Pemimpin Unjuk Rasa. Janjinya tidak ada kekerasan, nyatanya terjadi kekerasan.

Ini juga FITNAH KEJI terhadap Aksi 411. Laskar FPI sudah mati-matian bekerja meredam kekerasan segelintir peserta aksi dan sudah habis-habisan melindungi Polisi. 
(https://www.youtube.com/watch?v=peifBqxw9_si)

Justru Kapolda Metro Jaya yang berusaha memprovokasi Laskar FPI untuk hantam HMI, tapi tidak berhasil.
(https://www.youtube.com/watch?v=qZ0j8GJHsGQ).

3. Kapolda menyatakan bahwa Rizieq berjanji tidak apa tidak diterima Presiden.

Ini BOHONG BESAR karena sejak awal hingga akhir pertemuan dengan Kapolri beberapa hari sebelum 411, Habib Rizieq tetap menyatakan bahwa Perwakilan Umat Islam hanya mau diterima Presiden.

Justru Kapolri berusaha melobi agar cukup diterima Menteri atau Wapres, tapi Habib Rizieq menjawab bahwa secara pribadi tidak ada masalah, namun secara lembaga harus dimusyawarahkan di GNPF MUI, ternyata para Pimpinan GNPF MUI menolak.

4. Kapolda menyatakan bahwa Aski 212 adalah embrio mengulang kerusuhan 1998.

Ini FITNAH KEJI karena Aksi 212 bukan AKSI ANTI CHINA. Dan itu sudah berulang kali disampaikan Habib Rizieq di berbagai media cetak mau pun elektronik.

5. Kapolda mengaitkan Penjarahan di Muara Karang Jakarta Utara dengan aksi 411.

Ini juga FITNAH KEJI. Padahal Kapolres Jakarta Utara sudah menyatakan dalam wawancara TV bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitan dengan Aksi 411.

6. Kapolda memastikan bahwa yang buat lambang SALIB di tembok Masjid di Jakarta bukan kelompok Kristen.

Ini FITNAH lagi yang mau diarahkan ke Umat Islam. Padahal pelakunya bisa saja berasal dari agama apa pun, karena sampai saat ini belum terungkap. 

7. Letupan depan istana saat Aksi 411 akibat Panitia Unjuk Rasa ingkar janji.

Ini BOHONG BESAR. Justru Kapolda yang ingkar janji, karena dia yang komando tembak Habaib dan Ulama serta Umat Islam dengan Gas Air Mata dan Peluru Karet serta menganiaya dengan Pentungan. Padahal saat itu Delegasi Ulama GNPF MUI masih negosiasi dalam Istana bersama Wapres dan Menko Polhukam serta Panglima TNI dan Kapolri. 

8. Kapolda menyatakan bahwa kehadiran para Tokoh Nasional seperti Rahmawati, Kivlan Zein, Adityawarman, Fahri dan Fadli Zon dalam aksi 411 hanya mau mendompleng untuk penggulingan pemerintah.

Ini FITNAH BERBAHAYA. Kehadiran mereka dalam Aksi 411 hanya sebagai peserta aksi yang menyampaikan pendapat di depan umum sesuai aturan Undang-Undang. Tidak ada yang dilanggar.

9. Kapolda menyatakan bahwa Rizieq berubah dari Tuntut Ahok menjadi Tuntut Jokowi karena suntikan para Tokoh tersebut. 

Ini juga FITNAH BERBAHAYA. Kapolda mestinya cerdas, apalagi dia hadir di lapangan, bahwa itu tuntutan Umat Islam bukan tuntutan Habib Rizieq. Dan adanya Tuntutan Lengserkan Jokowi bukan karena bisikan para Tokoh tersebut, tapi karena reaksi wajar dan spontan umat Islam akibat keangkuhan dan kesombongan Jokowi yang tidak menghargai dan tidak mau terima para Habaib dan Ulama.

10. Kapolda menyatakan ada Pendanaan Makar dalam Aksi 411 dan 212.

Ini lagi-lagi BOHONG dan FITNAH, karena sampai hari ini tidak ada buktinya.

11. Kapolda menyatakan ada 184 orang Pasukan Bermotor Kivlan Zein yang akan ditabrakan ke Polisi.

Ini FITNAH BESAR, karena fakta di lapangan tidak ada, baik dalam Aksi 411 mau pun 212. Jika ada mana pasukan tersebut ? Kenapa tak ada yang ditahan satu pun juga ?!

12. Kapolda menyatakan akan ada penyusup yang akan bawa molotov saat Aksi 212.

Lagi-lagi FITNAH, karena hingga kini tidak terbukti.

13. Kapolda memastikan bahwa Aksi 212 damai tidak rusuh karena "Leader" nya sudah ditangkap.

Ini FITNAH SANGAT BERBAHAYA, karena Leader Aksi 212 adalah pimpinan GNPF MUI bukan para Tokoh yang ditangkap Kapolda.

Disini Kapolda mau cari muka kepada Presiden seolah Aksi 212 berjalan tertib dan damai karena JASA KAPOLDA.

Padahal, salah satu kunci kesuksesan Aksi 212 adalah DIALOG INTENSIF antara pimpinan GNPF MUI dengan KAPOLRI yang didampingi Kabaintel dan Kabareskrim serta Staf Mabes Polri lainnya yang menghasilkan komitmen-komitmen positif sehingga Aksi 212 berjalan lancar.

Jadi, BUKAN Jasa Kapolda ... !!!

14. Kapolda menyatakan bahwa Rizieq hanya fokus soal TAHAN AHOK, tidak ada rencana MAKAR.

Disini baru Kapolda JUJUR.

15. Bahwa MAJALAH TEMPO dalam menurunkan berita Aksi 212 sangat TENDENSIUS sehingga tidak mampu menyajikan berita secara OBJEKTIF.